Sopir: AQJ Meminta Saya Libur

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOMobil Lancer B 80 SAL, yang dikemudikan oleh putra bungsu Ahmad Dhani dan Maia Estianty, AQJ, dalam kondisi ringsek akibat kecelakaan di Tol Jagorawi Km 8 200, Cibubur, Jakarta Timur, 8 September 2013 dini hari. Mobil itu diamankan di Satlantas Wilayah Jakarta Timur, Minggu (8/9/2013). Kecelakaan yang melibatkan tiga mobil yaitu Lancer B 80 SAL, Gran Max B 1349 TFN, dan Avanza B 1882 UZJ ini mengakibatkan tujuh orang meninggal unia dan 11 orang luka-luka. JAKARTA, KOMPAS.com -- Sukirman atau Kirman, sopir pribadi AQJ (13), putra bungsu Ahmad Dhani dan Maia Estianty, telah dimintai keterangan oleh polisi berkait dengan kejadian AQJ mengemudikan sendiri mobilnya dan mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi Km 8+200, Cibubur, Jakarta Timur, 8 September 2013 dini hari.

Kepada para peliput yang hadir di kantor Ditlantas Polda Metro Jaya, Jalan Letnan Jenderal MT Haryono, Pancoran, Jakarta, Selasa (17/9/2013), Kirman mengatakan bahwa dirinya diminta libur bekerja pada 8 September itu. Karena itu, Kirman tidak tahu menahu mengenai AQJ mengemudikan sendiri mobil tersebut.

"Waktu itu saya dalam keadaan di rumah, enggak tahu menahu. Waktu itu saya disuruh libur," ujar Sukirman memberi keterangan kepada polisi di kantor Ditlantas itu, Selasa.

Namun, ketika ditanya mengenai siapa yang memerintahkannya untuk libur bekerja, awalnya Kirman terdiam dan melangkah meninggalkan para peliput. Sesudah diberondong terus dengan pertanyaan yang sama, barulah Kirman menjawab dengan menyebut nama panggilan bocah itu, lalu segera meninggalkan gedung Ditlantas itu dengan mobil.


View the original article here

READMORE
 

Perusak Makam Cucu HB VI Sempat Berteriak Haram

Beberapa benda di sekitar nisan makam Kyai Purbo rusak oleh sekelompok orang. | Kompas.com/ Yustinus Wijaya Kusuma
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sekelompok orang yang melakukan perusakan di makam Kyiai Ageng Prawiropurbo di Jalan Kusumanegara tepatnya di Desa Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (16/09/2013) sekitar pukul 10.30 WIB, sempat mengatakan kepada penjaga makam bahwa ini tempat syirik, haram.

"Enam orang peziarah yang ada di sini (dalam makam) di suruh keluar, kecuali saya," terang Abu Giran (73), penjaga malam makam, Selasa (17/09/2013) siang.

Ia mengungkapkan, saat beberapa orang itu masuk, dirinya sedang tertidur di dalam kompleks makam. Ia terbangun karena ada suara gaduh. "Saya kaget, ada sekitar 15 orang masuk makam, dan langsung menjatuhkan beberapa maisan," ujarnya.

Menurutnya, sebelum melakukan aksinya, kelompok itu sempat mengatakan kepadanya bahwa makam Kyiai Ageng Prawiropurbo tempat syirik dan haram. "Ini tempat syirik, haram, nyembah kok makam, nyembah ya Allah," kata Abu Giran menirukan kata-kata para pelaku perusakan makam Kyiai Ageng Prawiropurbo.

Seusai melakukan aksinya di luar, beberapa orang meminta Abu Giran untuk membuka ruangan utama, yakni ruangan nisan Kyiai Ageng Prawiropurbo. Setibanya di dalam ruangan itu, mereka merusak payung, kendi, tempat bunga dan maisan. "Sekitar 30 menit (perusakan, red), setelah itu mereka keluar," pungkasnya.

Sementara itu, beberapa anggota polisi siang tadi mendatangi lokasi dan meminta keterangan para saksi.

Diberitakan sebelumnya, makam Kyiai Ageng Prawiropurbo yang merupakan cucu Sri Sultan Hamungkubuwono ke-VI di Jalan Kusumanegara tepatnya di Desa Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (16/09/2013) sekitar pukul 10.30 WIB dirusak oleh sekelompok orang.

Meski tak mengalami kerusakan parah, namun barang-barang di dalam makam yang dibangun sejak 1933 pecah dirusak pelaku. Selain itu beberapa maisan (kepala nisan) juga terlihat jatuh tergeletak di lantai.


View the original article here

READMORE
 

Sinabung Meletus Lagi, Evakuasi Warga Terus Dilakukan

Warga berhamburan keluar rumah ketika abu vulkanik letusan Gunung Sinabung menutupi langit di Kabupaten Karo, Sumut, Selasa, 17 September 2013. Gunung kembali meletus pada pukul 12.03. Status gunung Siaga III. | AFP PHOTO / ADE SINUHAJI
MEDAN, KOMPAS.com — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terus memberlakukan evakuasi untuk radius 3 kilometer sekitar Gunung Sinabung yang meletus kembali pada Selasa, pukul 12.13 WIB.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto yang dihubungi Antara di Medan, Selasa, mengatakan, evakuasi itu perlu dilakukan agar tidak membahayakan keselamatan manusia.

"Ketika keluar dari kawah Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo itu, abu tersebut cukup panas sehingga dapat mengancam keselamatan warga," katanya.

Hanya saja, abu tersebut akan mendingin ketika telah merambat dan membaur dengan udara di sekitar Gunung Sinabung, tambahnya.

Ia mengatakan, meski sudah dingin, tetapi keberadaan abu tersebut tetap membahayakan karena dapat menimbulkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Jika dihirup manusia, abu itu bisa menyebabkan ISPA. Karena itu, evakuasi radius 3 km tetap diberlakukan," katanya. Dengan meletusnya kembali Gunung Sinabung, PVMBG juga terus memberlakukan status siaga.

Sebelumnya, Gunung Sinabung meletus pada Minggu (15/9/2013) pukul 02.51 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan itu memuntahkan abu vulkanik dan beberapa batu kecil yang melanda desa-desa sekitarnya.

Letusan tersebut juga menyebabkan asap tebal berwarna hitam keluar dari kawah Gunung Sinabung dan memunculkan api diam di puncak kawah.


View the original article here

READMORE
 

Suku Noaulu Ogah Hibahkan Tanah untuk Ibu Kota Maluku

Warga adat Noaulu yang merupakan suku asli di Pulau Seram, Maluku tampak mengenakan ikat kepala merah. | Kompas.com/ Rahman Patty
MASOHI, KOMPAS.com — Komunitas adat Noaulu yang selama ini mendiami wilayah hutan di Kabupaten Maluku Tengah menyambut positif rencana pemindahan ibu kota Provinsi Maluku dari Ambon, ke Makariki di kabupaten tersebut. Namun, suku asli Pulau Seram ini merasa keberatan jika tanah mereka harus dihibahkan untuk area pembangunan ibu kota.

Keberatan ini disampaikan tokoh masyarakat adat Noaulu, Tuale Matoke, menyusul adanya pernyataan Raja (kepala desa) Sepa, Abdullah Rauf Amahoru, saat pencanangan ibu kota Provinsi Maluku ke Makariki, 14 September lalu. Saat itu, Rauf menyatakan Desa Sepa dan petuanannya telah bersepakat untuk menyerahkan sebagian tanah adatnya untuk area pembangunan ibu kota seluas 110 hektar. Total luas lahan yang rencananya dijadikan sebagai lokasi ibu kota Maluku ke depan tersebut adalah 307 hektar.

“Penyerahan tanah itu seharusnya dilakukan bersama perwakilan masyarakat adat Noaulu, karena secara adat Raja Sepa mengakui tanah itu sebagai tanah petuanan, berarti dengan sendirinya ia mengakui itu milik orang Noaulu. Secara pemerintahan kita memang di bawah Sepa, tetapi secara adat itu milik Noaulu,” tegas Tuale kepada wartawan di Masohi, Selasa (17/9/2013).

Menurutnya, secara administratif, sebagian perkampungan Noaulu berada di bawah pemerintahan Negeri (Desa) Sepa, tetapi secara adat tidak, termasuk wilayah adat suku Noaulu. Oleh karena itu, penyerahan tanah untuk ibu kota Provinsi Maluku tanpa melibatkan perwakilan masyarakat adat Noaulu, sama dengan tidak mengakui sejarah dan entitas suku Noaulu sebagai komunitas adat yang telah ada sejak lama di Pulau Seram.

Lanjut Tuale, sebelum pencanangan dilakukan, telah ada beberapa pertemuan dalam rangka membahas lokasi ibu kota Provinsi Maluku ke depan. Namun, dalam proses itu, perwakilan masyarakat adat Noaulu sama sekali tidak pernah dilibatkan, misalnya saat pertemuan di kantor Bupati Maluku Tengah pada 31 Agustus 2013 dengan Sekda Maluku.

“Prinsipnya kami mendukung rencana pemindahan ibu kota Provinsi Maluku ke tanah Seram. Hanya saja proses yang terjadi selama ini, kami merasa dikesampingkan sehingga kami merasa perlu mengingatkan soal sejarah dan meminta adanya pengakuan kepada kami selaku komunitas masyarakat adat, termasuk pengakuan atas tanah leluhur kami," tegasnya.

Populasi orang Noaulu saat ini mencapai lebih dari 3.000 jiwa. Mereka tersebar di sejumlah lokasi di selatan hingga wilayah tengah Pulau Seram, yakni di Nua Nea, Bonara, Latane (Kampung Lama), Hahuwalan, Simalouw, Rohua, Rohua Warmanesi, Hatuhenu (Nusatauwe), dan Tawane-Waene. Dari perkampungan adat Noaulu tersebut, baru Nua Nea yang telah dimekarkan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, menjadi negeri definitif pada 18 Februari 2012.


View the original article here

READMORE
 

Berkunjung ke Masjid Nabawi

Sungguh menyenangkan dan nikmat besar, jika seseorang yang menunaikan haji atau umrah dapat berkunjung ke masjid Rasul, Masjid Nabawi.

Beberapa dalil yang menunjukkan disyari’atkan ziarah ke Masjid Nabawi adalah sebagai berikut:

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

??? ???? ???????? ? ?????? ???? ??????? ? ???? ??????? ?? ???? ????? ???? ???????

“Aku adalah penutup para Nabi, masjidku adalah masjid penutup para nabi dan yang paling pantas untuk diziarahi dan bersengaja bersafar untuk beribadah ke sana.” (HR. Al Bazzar. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi sebagaimana dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1175).

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

??????? ??? ????????? ????? ?????? ???? ?????? ??????? ?????? ??????? ?????? ??????????? ??????????

“Shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram.” (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394).

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

??? ?????? ??????? ??????????? ???????? ???? ??????? ??????????

“Di antara rumahku dan mimbarku terdapat Roudhoh (taman) di antara taman-taman surga.” (HR. Bukhari no. 1196 dan Muslim no. 1390).[1]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

??? ??????? ?????????? ?????? ????? ????????? ????????? ??????????? ?????????? ? ?????????? ?????????? – ??? ???? ???? ???? – ?????????? ?????????

“Tidaklah pelana itu diikat –yaitu tidak boleh bersengaja melakukan perjalanan (dalam rangka ibadah ke suatu tempat)- kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjid Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan masjidil Aqsho” (HR. Bukhari 1189 dan Muslim no. 1397). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudriy. Hadits ini secara tegas menunjukkan keutamaan sengaja bersafar ke ketiga masjid di atas. Dan ini berarti selain tiga masjid itu tidak dibolehkan jika sengaja bersafar ke sana dalam rangka ibadah, baik itu ke kuburan wali maupun orang sholih sebagaimana keterangan dalam tulisan di sini.

Ketika masuk masjid Nabawi, maka hendaklah mengucapkan do’a masuk masjid sebagaimana do’a yang dibaca ketika masuk masjid lainnya, di antara do’anya: “Bismillah wash sholaatu was salaamu ‘ala Rosulillah, allahummaghfirliy dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatik”. Kemudian melaksanakan shalat tahiyyatul masjid dan boleh memilih melaksanakannya di Roudhoh jika memungkinkan. Kemudian setelah itu mengunjungi kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan salam pada beliau: “Assalamu ‘alaika ayyuhan nabi wa rahmatullah wa barakatuh.” Kemudian memberi salam setelah itu kepada Abu Bakr Ash Shiddiq dan ‘Umar bin Khottob. Dan tidak boleh berhenti lalu berdo’a menghadap kubur Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, namun berdo’a hendaklah tetap menghadap kiblat. Ziarah kubur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam khusus bagi pria. Lalu setelah itu menziarahi kubur Baqi’ yang dekat dengan Masjid Nabawi. Lalu disunnahkan pula untuk berkunjung ke Masjid Quba untuk melaksanakan shalat dua raka’at di sana.

Wallahu waliyyut taufiq.

@ Sakan 27 Jami’ah Malik Su’ud, Riyadh-KSA, 5 Dzulhijjah 1433 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

[1] Dalam Majmu’ Fatawa Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah disebutkan bahwa seluruh tempat di masjid Nabawi  dalam hal pahala itu sama. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

??????? ??? ????????? ????? ???????? ???? ?????? ??????? ?????? ??????? ?????? ??????????? ??????????

“Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 shalat di masjid lainnya kecuali masjidil harom.” (HR. Muslim no. 1394) (Dinukil dari Fatawa Al Islam Sual wa Jawab no. 106574). Lihat artikel tentang shalat di Roudhoh pada link di sini.

==========

Silakan like FB fanspage Muslim.Or.Id dan follow twitter @muslimindo

==========

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel

View the original article here

READMORE
 

Fatwa Ulama: Lelaki Shalat Wajib Di Rumah, Apakah Diterima Shalatnya?

Soal:

Uhibbukum fillah yaa Syaikhana, wa baarakallahu fiikum, wa matta’akum bis sihhah wal ‘afiah (aku mencintaimu karena Allah wahai Syaikh, semoga Allah memberkahi anda, semoga Allah senantiasa memberikan anda kesehatan)

Apakah lelaki yang shalat di rumah tanpa udzur itu diterima shalatnya?

Jawab:

Ahabbakallah alladzi ahbabtanaa fiihi (semoga Allah mencintai anda karena sebab anda mencintai saya karena-Nya)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

?? ??? ?????? ??? ???? ??? ???? ?? ??? ?? ???

“barangsiapa yang mendengar adzan namun ia tidak memenuhi panggilan tersebut (tidak datang ke masjid), maka tidak ada shalat baginya kecuali ada udzur”

hadits ini diriwayatkan dari sahabat Ibnu ‘Abbas dan juga yang lainnya.

Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dan lainnya bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda kepada seorang yang buta:

????? ?? ??? ?????? ?? ??? ???????» ???: ???? ???: «???? ???? ??? ??? ?? ????

“apakah anda mendengar hayya ‘alas shalah hayya ‘alal falah? ia menjawab: ‘ia saya dengar’. Nabi bersabda: ‘jika demikian maka penuhilah panggilan itu, karena saya tidak menemukan adanya rukhshah bagimu‘”

Orang yang shalat di rumahnya atau di tokonya atau di tempat lain, tidak ikut shalat berjama’ah di masjid tanpa udzur syar’i maka ia masuk dalam larangan syari’at, yaitu ia melalaikan shalat jama’ah. Ia juga telah meninggalkan salah satu amalan wajib yaitu shalat berjama’ah. Meninggalkan amalan wajib ini (yaitu shalat) yang merupakan amalan yang sangat besar wajibnya, juga meninggalkan shalat berjama’ah, ini semua akan membawa seseorang untuk meninggalkan Islam sedikit-demi-sedikit. Banyaknya masjid-masjid yang dibangun, serta banyaknya para khatib dan imam masjid, semua itu agar shalat jama’ah ditegakkan dan supaya agama Islam ini ditegakkan dengan ilmu dan ta’lim. Maka meninggalkan shalat jama’ah tanpa udzur syar’i itu berdosa bahkan termasuk salah satu dosa besar. Hendaknya orang yang telah melakukan hal itu segera bertaubat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.

Adapun masalah apakah shalatnya diterima atau tidak, ini terjadi perselisihan di antara para ulama. Dan dikhawatirkan shalatnya tidak diterima di sisi Allah, maksudnya ia tidak mendapat pahala walaupun ia telah dianggap menunaikannya dan kewajiban shalat telah gugur darinya. Namun dikhawatirkan ia tidak mendapatkan pahala. Wallahul Musta’an.

Sumber: http://www.sh-emam.com/show_fatawa.php?id=776

—

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel Muslim.Or.Id

==========

Silakan like FB fanspage Muslim.Or.Id dan follow twitter @muslimindo

==========

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel

View the original article here

READMORE
 

5 Sifat Haji Mabrur

Haji mabrur itulah yang didambakan setiap orang karena balasannya tentu saja surga. Namun haji mabrur bukanlah suatu slogan atau titel. Ada beberapa sifat yang mesti dipenuhi, barulah seseorang yang berhaji bisa menggapai derajat mulia tersebut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

??????????? ????? ??????????? ?????????? ????? ??????????? ? ?????????? ???????????? ?????? ???? ??????? ?????? ??????????

“Di antara umrah yang satu dan umrah lainnya akan menghapuskan dosa di antara keduanya dan haji mabrur tidak ada bahasannya kecuali surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Hadits di atas disampaikan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani ketika mengawali pembahasan dalam kitab haji pada hadits no. 708. Hadits tersebut menerangkan mengenai keutamaan haji mabrur dan balasannya adalah surga.

Ibnu ‘Abdil Barr dalam At Tamhid (22: 39) mengatakan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak ada riya’ (ingin dipandang orang lain), tidak sum’ah (ingin didengar orang lain), tidak ada rofats (kata-kata kotor di dalamnya), tidak melakukan kefasikan, dan berhaji dengan harta halal.

Kita dapat katakan bahwa sifat haji mabrur ada lima:

Ikhlas mengharap wajah Allah, tidak riya‘ dan sum’ah. Jadi haji bukanlah untuk cari titel atau gelar “Haji”. Tetapi semata-mata ingin mengharap ganjaran dari Allah.Berhaji dengan rezeki yang halal karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ????? ??????? ??????? ??? ???????? ?????? ????????

“Allah itu thoyyib (baik) dan tidaklah menerima kecuali dari yang baik” (HR. Muslim no. 1015).

Menjauh dari maksiat, dosa, bid’ah dan hal-hal yang menyelisihi syari’at. Hal-hal tadi jika dilakukan dapat berpengaruh pada amalan sholeh dan bisa membuat amalannya tidak diterima. Lebih-lebih lagi dalam melakukan haji. Dalam ayat suci Al Qur’an disebutkan firman Allah, ???????? ???????? ???????????? ?????? ?????? ???????? ???????? ????? ?????? ????? ??????? ????? ??????? ??? ????????

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (berkata kotor), berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.” (QS. Al Baqarah: 197).

Berakhlak yang mulia dan bersikap lemah lembut, juga bersikap tawadhu’ (rendah hati) ketika di kendaraan, tempat tinggal, saat bergaul dengan lainnya dan bahkan di setiap keadaan.Mengagungkan syi’ar Allah. Orang yang berhaji hendaknya benar-benar mengagungkan syi’ar Allah. Ketika melaksanakan ritual manasik, hendaklah ia menunaikannya dengan penuh pengagungan dan tunduk pada Allah. Hendaklah ia menunaikan kegiatan haji dengan penuh ketenangan dan tidak tergesa-gesa dalam berkata atau berbuat. Jangan bersikap terburu-buru sebagaimana yang dilakukan banyak orang di saat haji. Hendaklah punya sikap sabar yang tinggi karena hal ini sangat berpengaruh besar pada diterimanya amalan dan besarnya pahala.
Di antara bentuk mengagungkan syi’ar Allah, hendaklah ketika berhaji menyibukkan diri dengan dzikir, yaitu memperbanyak takbir, tasbih, tahmid dan istighfar. Karena orang yang berhaji sedang dalam ibadah dan berada dalam waktu-waktu yang mulia.

Demikianlah haji Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ditilik, maka di dalamnya benar-benar berisi pengagungan terhadap syi’ar Allah. Itu nampak dari perkataan dan perbuatan beliau, semoga shalawat dan salam tercurahkan pada beliau.

Hanya Allah yang memberi taufik untuk menggapai haji mabrur.

—

Referensi: Minhatul ‘Allam fii Syarh Bulughil Marom, Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan ketiga, tahun 1432 H, 5: 158-161.

Diselesaikan di pagi hari, 11 Dzulqo’dah 1434 H di Pesantren Tercinta Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

==========

Silakan like FB fanspage Muslim.Or.Id dan follow twitter @muslimindo

==========

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel

View the original article here

READMORE
 

About Me

Pengikut